Internasional

Estonia Mengalahkan Fentanyl, Tapi Apa yang Datang Selanjutnya Lebih Buruk?

Di tahun 2018, kasus overdosis fentanyl di Estonia menurun drastis. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa fentanyl bukan lagi masalah utama. Bahkan, obat-obatan berbahaya lainnya telah muncul, dan pemerintah Estonia harus berlari untuk menanggapi.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Estonia, dalam tiga tahun terakhir, kasus overdosis fentanyl menurun hingga 70%. Namun, keamanan obat-obatan tetap menjadi masalah besar. Pada tahun 2020, 70% kasus overdosis di Estonia disebabkan oleh zat-zat lain, seperti yaba dan metadon.

Para pakar kesehatan dan peneliti menyangkal bahwa Estonia sudah menangkap fentanyl, tapi malah ada yang baru dan lebih berbahaya. Mereka khawatir bahwa Estonia akan mengalami gelombang baru penyalahgunaan obat-obatan.

Sebuah laporan dari Universitas Tartu menunjukkan bahwa Estonia telah mengalami peningkatan kasus penyalahgunaan zat-zat lain, seperti amfetamin dan kokain. Menurut laporan itu, penularan obat-obatan melalui media sosial dan aplikasi chat meningkat drastis.

Dengan adanya peningkatan kasus penyalahgunaan obat-obatan lainnya, pemerintah Estonia harus berlari untuk menanggapi. Mereka harus meningkatkan kampanye kesadaran dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan terhadap penjualan obat-obatan di pasar gelap.

Peneliti juga menyarankan bahwa Estonia harus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi masalah penyalahgunaan obat-obatan. Mereka juga menyarankan bahwa Estonia harus meningkatkan investasi pada layanan kesehatan dan rehabilitasi untuk membantu korban penyalahgunaan obat-obatan.

Sejauh ini, Estonia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah penyalahgunaan obat-obatan. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk menghindari gelombang baru penyalahgunaan obat-obatan.