Di musyawarah para pemimpin NATO di Turki, fokus akan jatuh pada pembangunan model baru untuk aliansi ini. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan keamanan yang meningkat dengan kebutuhan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Presiden Trump terus menekan NATO untuk melakukan lebih sedikit dan meminta negara-negara lain untuk melakukan lebih banyak. Dia telah mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat lagi menjadi kekuatan yang dominan di aliansi ini dan bahwa negara-negara anggota lain harus meningkatkan kontribusinya.
Nama-nama utama, termasuk Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel, dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, akan hadir di musyawarah ini untuk membahas kebutuhan keamanan dan ekonomi NATO. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti bagaimana NATO dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya tanpa mengorbankan keamanan.
Apakah Eropa siap mengambil peran utama dalam NATO? Ini adalah pertanyaan yang paling penting di musyawarah ini. Jika NATO dapat menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, maka masa depan aliansi ini akan lebih cerah. Namun, jika tidak, maka NATO mungkin akan kehilangan relevansi di era global yang semakin kompleks.