Sebuah survei terbuka yang dilakukan oleh IndexMundi Global Surveys belakangan ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menempatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi yang dipersepsikan paling korup di Asia Tenggara. Namun, Burhanuddin Muhtadi, seorang pakar politik dan peneliti, tidak setuju dengan hasil survei tersebut.
Muhtadi menilai bahwa survei terbuka IndexMundi memiliki cela metodologi yang membuat hasil survei tidak dapat diandalkan. Menurutnya, survei yang dilakukan oleh lembaga internasional ini tidak memiliki metode sampling yang representatif dan tidak mempertimbangkan faktor kepercayaan responden.
Burhanuddin Muhtadi juga menunjukkan bahwa survei terbuka IndexMundi tidak memenuhi standar riset yang baik, karena tidak memiliki proses pengujian hipotesis yang sistematis dan tidak memiliki metode analisis yang akurat. Menurutnya, hasil survei ini hanya sebagai "mainan" yang tidak dapat dijadikan acuan kebijakan.
Hasil survei IndexMundi Global Surveys yang menempatkan Polri sebagai institusi paling korup di Asia Tenggara telah memicu perbincangan publik. Namun, dengan cela metodologi riset online yang digunakan, hasil survei ini tidak dapat diandalkan. Burhanuddin Muhtadi menantang hasil survei ini dengan menunjukkan bahwa survei terbuka IndexMundi tidak memiliki keandalan dan tidak dapat dijadikan acuan kebijakan.