EmitenNews.com - Pasar keuangan sering kali tumbang bukan karena risiko yang terlihat, melainkan karena ancaman risiko yang terabaikan. Sebelum krisis global 2008 melanda, mayoritas pelaku pasar masih yakin bahwa sistem keuangan dunia akan baik-baik saja.
Terkadang, fenomena seperti ini disebut Black Swan, yaitu peristiwa langka dan mustahil diprediksi. Namun, dampaknya sangat besar bagi sistem perekonomian dan pasar keuangan.
Sejarah menunjukkan bahwa pasar keuangan sering kali mencapai puncak harga saat risiko sistemik mengendap di bawah permukaan. Indeks harga pasar acap kali meningkat saat risiko sistemik masih tersembunyi.
Akan tetapi, ketika risiko sistemik mulai terlihat, pasar keuangan sering kali terjebak dalam kesadaran risiko yang terabaikan. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa Black Swan berikutnya mungkin akan terjadi lagi.
Salah satu kandidat risiko sistemik yang paling kuat adalah kecerdasan buatan (AI). Banyak pihak melihat AI sebagai revolusi yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, tidak banyak yang membahas risiko sistemik keuangan yang dapat diakibatkan oleh AI.
Ketergantungan pasar terhadap algoritma meningkat drastis, dan risiko muncul ketika sistem yang saling terhubung membuat kesalahan serentak. Dampaknya dapat meluas dalam hitungan detik. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kita harus siap menghadapi risiko sistemik keuangan yang mungkin akan terjadi.