Teknologi

Atlas V Roket ULA Tidak Bisa Meluncur dengan Bebas Setelah Boeing Starliner

Perlahan-lahan, sebuah era berakhir bagi United Launch Alliance (ULA) setelah enam Atlas V terakhir tidak bisa meluncur dengan bebas. Pada awal bulan ini, salah satu penerbangan terakhir Atlas V untuk konstelasi broadband Amazon Leo sukses diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida pada 00:30 EDT (04:30 UTC) Rabu, membawa 29 satelit ke orbit untuk membantu jaringan tersebut menyediakan layanan awal. Semua 29 satelit ini sudah berhasil mengaktifkan sistem pendorongnya untuk meningkatkan orbitnya dari ketinggian sekitar 289 mil (465 kilometer) ke posisi operasional akhir pada ketinggian 392 mil (630 kilometer) di atas permukaan Bumi.

Walaupun sukses meluncurkan satelit-satelit tersebut, kegagalan enam Atlas V terakhir ini menandai akhir dari puncak kejayaan ULA. Meski penerbangan terakhir Atlas V masih akan terjadi beberapa tahun lagi, kejayaan ULA telah berakhir. Pada tahun-tahun mendatang, ULA harus bersiap untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pesaing-pesanya.

Kejayaan ULA yang telah berakhir ini merupakan hasil dari kesuksesan mereka dalam meluncurkan banyak satelit dan misi-misi lainnya ke orbit. Namun, kehilangan kemampuan meluncurkan satelit secara bebas akan mempengaruhi kemampuan ULA untuk terus bersaing di pasar peluncuran roket.

Menjelang akhir dari era kejayaan mereka, ULA harus segera menemukan cara untuk mengatasi kekurangan meluncurkan satelit secara bebas dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing di pasar yang semakin ketat ini.