Amerika Serikat mengepung Iran dengan serangan baru, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan Iran pada kapal-kapal di Selat Hormuz menandai akhir dari perpanjangan waktu perang dingin. Menurut pernyataan militer di media sosial, serangan tersebut bertujuan untuk "menghancurkan lebih lanjut" kemampuan Iran untuk "mengancam kebebasan navigasi" di selat tersebut.
FRANCE 24 berbicara dengan Negah Angha, Visiting Fellow King's College London, untuk memahami implikasi serangan ini.
Selat Hormuz merupakan jalan raya laut yang sangat penting bagi perdagangan dunia dan menjadi sumber permasalahan antara Iran dan Amerika Serikat. Serangan Iran pada kapal-kapal telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang besar dan dampaknya pada pasar dunia.
Amerika Serikat dan Iran telah berulang kali menyatakan keinginan untuk menyelesaikan konflik ini melalui dialog, tetapi penyelesaian tidak kunjung tercapai. Serangan baru Amerika Serikat menunjukkan bahwa konflik ini masih belum berakhir.