Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru terhadap Iran, Jumat (24/1), dalam upaya untuk menghancurkan kekuatan militer Iran. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir dan akan "lebih buruk" jika Iran terus menyerang kapal di Selat Hormuz.
Menurut sumber-sumber di Washington, serangan udara Amerika Serikat melibatkan penggunaan senjata canggih untuk menghancurkan target-target militer Iran. Serangan ini dilakukan setelah Iran dituduh menyerang kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz, yang merupakan jalur laut penting bagi perdagangan global.
Trump telah lama mengancam akan meluncurkan serangan udara terhadap Iran jika negara tersebut terus menyerang kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz. Kini, Amerika Serikat telah melangkah ke arah itu dengan meluncurkan serangan udara baru terhadap Iran.
Saat ini, situasi di Selat Hormuz masih sangat rawan. Amerika Serikat dan Iran terus berperang, dan kapal-kapal dari kedua negara tersebut terus berdampak di jalur laut penting ini.
Amerika Serikat telah melangkah ke arah yang lebih agresif dalam menangani konflik dengan Iran. Serangan udara baru terhadap Iran menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak akan segan untuk menggunakan kekuatan militer untuk melindungi kepentingan nasionalnya.