Ketika sebuah gedung runtuh akibat bom, kita biasanya tertuju pada ledakan itu. Kita melihat api, asap, dan puing-puing. Kita melihat korban berlarian. Kita melihat ambulans datang dan pergi. Tetapi ledakan hanyalah bab terakhir dari sebuah cerita yang jauh lebih panjang.
Sebelum sebuah bom meledak di Gaza, ada orang yang merancangnya. Ada pabrik yang membuat komponennya. Ada perusahaan yang mengirimkannya. Ada negara yang mengizinkan ekspornya. Ada kapal yang mengangkutnya. Ada pelabuhan yang menerima pengiriman tersebut.
Menurut laporan, 51 negara di dunia terlibat dalam produksi dan ekspor senjata yang digunakan dalam operasi militer di Gaza. Mereka adalah bagian dari rantai produksi senjata yang panjang dan kompleks. Mereka membuat bom, senjata, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk melumpuhkan infrastruktur dan menyebabkan korban di Gaza.
Operasi militer Israel di Gaza telah meninggalkan korban besar, termasuk anak-anak, wanita, dan laki-laki. Banyak bangunan dihancurkan, infrastruktur rusak, dan kehidupan di Gaza hancur.