Universitas di Hong Kong mengalami krisis kelas, menyebabkan mereka terpaksa berpindah ke gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan untuk menyambung aktivitas akademik. Setidaknya enam universitas di Hong Kong telah pindah ke gedung-gedung tersebut selama tiga tahun terakhir, menurut data terbaru. Universitas Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) adalah salah satu contoh yang menonjol dalam hal ini. Mereka telah menghabiskan HK$345,4 juta (sekitar US$44 juta) pada tahun 2025 untuk membeli sebuah kampus sebesar 31.410 sq ft di Admiralty untuk pusat kegiatan akademik Fakultas Bisnis. Pusat kegiatan tersebut diresmikan pada hari Selasa di lantai empat dari gedung tersebut.
Universitas lainnya yang juga mengalihkan kegiatan akademik ke gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Hong Kong adalah... Selain itu, peningkatan jumlah mahasiswa non-lokal juga turut memicu keterbatasan ruang kelas di universitas-universitas Hong Kong ini. Jumlah mahasiswa non-lokal di universitas-universitas tersebut meningkat seiring dengan meningkatnya minat untuk mengejar jenjang pendidikan lebih tinggi.
Banyak universitas yang harus terpaksa mengalihkan kegiatan akademik ke luar kampus, mengakibatkan keterbatasan ruang kelas menjadi semakin parah. Hal ini menunjukkan bahwa krisis kelas di universitas-universitas Hong Kong tidak hanya masalah kuantitas, tapi juga kualitas.
Universitas-universitas di Hong Kong harus segera menemukan solusi untuk menyelesaikan krisis kelas ini, baik dengan memperluas ruang kelas maupun meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.