Dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melindungi satwa langka, umat Hindu Bali di Desa Mesuji menggelar doa bersama di lokasi penyembelihan tapir. Kegiatan ini tidak hanya sebagai tanda minta maaf atas tindakan yang telah dilakukan, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan dan pentingnya melindungi tapir.
Menurut seorang pemimpin umat Hindu di Mesuji, kegiatan doa ini merupakan langkah awal untuk memulai perubahan perilaku masyarakat dalam menghargai dan melindungi satwa langka. 'Kami sadar bahwa tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi tapir dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kami ingin meminta maaf dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengedukasi dan melindungi tapir', kata dia.
Di lokasi penyembelihan tapir, umat Hindu Bali melakukan ritual doa bersama dengan mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu-lagu traditional. Mereka juga menyajikan sesajian untuk dewa-dewa untuk meminta ampun atas tindakan yang telah dilakukan. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi satwa langka dan berperan aktif dalam konservasi alam.
Melalui kegiatan doa ini, umat Hindu Bali tidak hanya menunjukkan rasa bersalah atas tindakan yang telah dilakukan, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi satwa langka dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengedukasi dan melindungi satwa langka.