Pada awal bulan ini, Jerman menuduh mantan tentara Ukraina terjun ke dalam ledakan pipa gas Nord Stream untuk menghancurkan infrastruktur vital Eropa. Langkah ini menimbulkan kemarahan Jerman dan membuat Ukraina menjadi sorotan.
Menanggapi tuduhan ini, Jaksa Agung Ukraina menawarkan untuk membentuk tim penyelidik bersama dengan Jerman untuk menginvestigasi ledakan pipa gas tersebut. Namun, Ukraina menolak untuk mengakui keterlibatannya dalam kejadian ini. Mengutip sumber, Jaksa Agung Ukraina mengatakan bahwa mereka tidak memiliki bukti yang konkret untuk menunjukkan keterlibatan Ukraina dalam ledakan pipa gas Nord Stream.
Jerman telah menemukan bukti yang cukup kuat untuk menuduh mantan tentara Ukraina terjun ke dalam ledakan pipa gas Nord Stream. Mereka juga menyebutkan bahwa mantan tentara Ukraina tersebut bekerja sama dengan entitas Ukraina. Namun, Ukraina tetap menolak untuk mengakui keterlibatannya dalam kejadian ini.
Keputusan Ukraina untuk menolak terlibat dalam penyelidikan ini menimbulkan kemarahan dari Jerman dan negara-negara lain yang terlibat dalam konflik dengan Ukraina. Mereka berharap Ukraina dapat mengakui keterlibatannya dalam ledakan pipa gas Nord Stream dan menyelesaikan penyelidikan ini.
Penyelidikan ini masih berlangsung, dan Ukraina tetap menolak untuk mengakui keterlibatannya dalam kejadian ini. Namun, Jerman dan negara-negara lain yang terlibat dalam konflik dengan Ukraina tetap berharap Ukraina dapat mengakui keterlibatannya dalam ledakan pipa gas Nord Stream.