Bursa karbon Indonesia terus meningkatkan transaksi, mencapai Rp 93,81 miliar pada bulan Juni 2026. Data ini dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pasar karbon Indonesia.
Menurut Bos OJK Friderica Widyasari Dewi, pihaknya masih memiliki target untuk meningkatkan transaksi di bursa karbon. Menurut dia, pencapaian bursa karbon saat ini belum mencapai maksimal sejak pertama kali diresmikan pada 26 September 2023.
Friderica mengatakan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan transaksi di bursa karbon. Namun, pemerintah terus memacu pengembangan bursa karbon sebagai alternatif investasi hijau. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai kestabilan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Transaksi di bursa karbon yang terus meningkat menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya investasi hijau. Pemerintah perlu terus mendukung pengembangan bursa karbon untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pasar karbon Indonesia.
Hasil transaksi bursa karbon di bulan Juni 2026 ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama di pasar karbon global. Namun, perlu diingat bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan transaksi di bursa karbon.