El Obeid, kota yang terletak di tengah gurun pasir Sudan, telah menjadi saksi kekerasan berdarah. Serangan drone yang dilancarkan terhadap kota ini telah membunuh lebih dari 20 orang, termasuk siswa yang sedang bersekolah.
Fatima, seorang sukarelawan bantuan, mengatakan bahwa serangan drone yang terakhir kali terjadi akhir pekan lalu merupakan serangan yang paling dahsyat sejauh ini. "Drones telah menghantam sekolah dan stasiun bensin, membunuh lebih dari 20 orang, termasuk siswa," kata Fatima.
Menurut Fatima, sudah menjadi hal yang biasa melihat 40 atau 45 drone terbang di atas kota ini dalam beberapa bulan terakhir. "Anda bisa dengan mudah menghitung jumlahnya," kata Fatima, yang tidak ingin namanya disebutkan karena takut menerima hukuman.
Bantuan internasional telah berusaha untuk membantu warga El Obeid yang terkena dampak serangan drone. Namun, kondisi di kota ini masih sangat buruk dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari komunitas internasional.
El Obeid telah menjadi pertarungan utama antara pasukan Sudan dan musuh teroris mereka, yang dikenal sebagai RSF. Kondisi di kota ini masih sangat sulit dan memerlukan perhatian yang lebih besar dari komunitas internasional.