PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) per 30 Juni 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam laporan yang dirilis pada 10 Juli 2026, perseroan mencatatkan hasil bersih penawaran umum sebesar Rp100.233.386.667 setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp4.766.613.333.
Manajemen RLCO merinci dua fokus utama penggunaan dana IPO, yakni penyertaan modal pada entitas anak serta pemenuhan kebutuhan operasional bahan baku. Perseroan telah merealisasikan setoran modal kepada PT Realfood Winta Asia secara penuh (100%).
Untuk mendukung keberlangsungan operasional, RLCO menggunakan dana untuk pembelian bahan baku produksi. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana untuk pembelian bahan baku tercatat sebesar Rp43.739.630.000, yang merepresentasikan 58% dari total nilai hasil penawaran umum perseroan.
Sisa dana hasil IPO sebesar Rp42.493.756.667 atau 42% dari total hasil bersih penawaran umum ditempatkan pada instrumen giro di perbankan, yakni di PT IBK Bank Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk. Perseroan menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan kedua institusi keuangan tersebut.
Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi, menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga transparansi penggunaan dana, "penggunaan dana ini kami lakukan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus, dengan batas penggunaan dana yang diproyeksikan hingga tahun 2027."