Setelah hampir dua dekade bekerja di industri farmasi besar, ahli kimia Tim Cernak memutuskan untuk menggunakan keterampilannya untuk tujuan baru. Ia mengembangkan terapi presisi untuk penyakit seperti kanker, HIV, dan diabetes, namun ia juga khawatir tentang kesehatan ekosistem dan ingin menggunakan pengetahuannya untuk membantu hewan dan lingkungan.
Cernak bekerja sama dengan berbagai jenis hewan, dari monster Gila dengan parasit hingga elang bald dengan flu burung. Ia menggunakan perangkat lunak pemodelan protein dan teknologi AI seperti AlphaFold untuk mempercepat proses desain obat. Dengan bantuan robot di laboratorium, ia dapat menguji hingga 1.500 reaksi per hari.
Cernak menyebut disiplin barunya sebagai 'kimia konservasi'. Ia menggabungkan pengetahuan tentang farmasi dengan kecintaannya terhadap alam untuk menciptakan obat-obatan yang lebih baik dan lebih aman untuk hewan dan ekosistem. Dengan menggunakan teknologi canggih, Cernak berharap dapat membuat perbedaan dalam konservasi dan perlindungan lingkungan.