Teknologi

Pentagon Carikan Drone Pemburu Penghancur Murah untuk Menghadapi Iran

Pentagon telah kehilangan lebih dari dua puluh drone Reaper dalam surveilans dan misi serangan di Iran. Drone-drones tersebut bernilai lebih dari $1 miliar. Sekarang, Pentagon mencari drone pemburu penghancur yang lebih murah untuk melaksanakan misi-misi tersebut, meski harus siap menghadapi kehilangan banyak drone dalam pertempuran.

Pemberitahuan dari Defense Innovation Unit menjelaskan bahwa ketergantungan Pentagon pada drone dan pesawat berawak yang masing-masing bernilai lebih dari $30 juta adalah keadaan yang tidak berkelanjutan melawan lawan yang memanfaatkan pertahanan udara bertumpuk berkat kemampuan antipesawat yang semakin murah.

Pentagon berharap dapat menyelesaikan masalah ini dengan mengadopsi drone pemburu penghancur yang lebih murah, sehingga dapat menimbulkan tekanan pada pertahanan udara lawan bahkan saat mengalami kehilangan banyak drone. Hal ini telah dibuktikan oleh militer Ukraina dalam kampanye serangan jarak jauh dan menengahnya terhadap jalur pasokan Rusia, kilang minyak, dan target industri lainnya di Rusia atau wilayah yang diduduki Ukraina.

Kampanye militer Ukraina telah membuat Rusia bingung dengan melaunching berbagai drone dan rudal murah secara terus-menerus untuk menyerang target kejauhan, sementara juga merusak atau menghancurkan sistem pertahanan udara canggih Rusia.

Para analis percaya bahwa cara ini dapat menjadi solusi bagi penggunaan drone pemburu penghancur yang lebih murah dalam melaksanakan misi-misi khusus di luar negeri.