Pemberontakan penjara di Negombo Prison, Sri Lanka, telah menyebabkan kekerasan berdarah yang menghancurkan. Dalam dua hari kekerasan, paling tidak 26 orang telah tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka parah.
Kekerasan berdarah ini merupakan peristiwa pemberontakan terparah di penjara Sri Lanka dalam beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang masih mencoba menyelidiki penyebab peristiwa tersebut dan menangani situasinya.
Saat ini, kementerian kesehatan dan pemerintah negara telah memulai upaya untuk menyelamatkan korban dan menangani luka-luka mereka. Namun, belum jelas berapa banyak korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kondisi di penjara Sri Lanka masih belum stabil dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat internasional.