Bahkan meskipun Netflix merupakan layanan streaming pita terlaris di dunia, perusahaan tersebut saat ini menghadapi kesulitan untuk menjaga penonton menonton seri setelah musim pertama. Contohnya, serial Beef - sebuah karya anthology tentang orang-orang yang tertahan dalam perseteruan - mengalami penurunan 70% penontonannya ketika kembali tayang pada awal tahun ini.
Penonton tampaknya kebingungan dalam mencari alasan mengapa tidak terlalu bersemangat untuk melanjutkan proyek yang dahulu populer seperti adaptasi live-action Avatar: The Last Airbender dan One Piece. Pada kenyataannya, Netflix dikabarkan sedang sibuk mencari jawaban mengapa pelanggan meninggalkan platform tersebut dalam jumlah besar.
Salah satu teori yang mungkin terjadi adalah bahwa Netflix perlu melakukan perubahan strategi dalam menyajikan konten kepada penontonnya. Misalnya, perusahaan tersebut perlu mempertimbangkan ketersediaan konten yang lebih terjangkau, penjadwalan tayang yang lebih sesuai, dan interaksi yang lebih intens dengan penontonnya.
Mengingat Netflix merupakan salah satu pemain utama dalam industri streaming, kegagalan dalam menjaga penonton akan berdampak pada citra dan kepercayaan pelanggan ke dalam platform tersebut.