Havana, Kuba - Gelombang protes baru terjadi di Kuba setelah kejadian listrik yang berkepanjangan untuk ketiga kalinya dalam satu tahun, menimbulkan kemarahan masyarakat yang masih dilanda kegelapan.
Menurut berita dari sumber-sumber di lapangan, kekacauan akibat kejadian listrik ini telah menimbulkan kekisruhan pada kehidupan sehari-hari warga Kuba, termasuk gangguan pada fasilitas kesehatan dan komunikasi.
Masyarakat Kuba yang sebagian besar telah kehilangan akses listrik, menjadi semakin marah seiring waktu berlalu, mengakibatkan protes massal terjadi di seluruh wilayah tersebut.
Meski pihak berwenang pada awalnya mengatakan bahwa listrik telah sebagian besar kembali, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik yang memadai.
Kekalahan listrik yang berkepanjangan ini bukanlah fenomena baru di Kuba, terutama sejak tahun 2022, ketika negara tersebut mengalami krisis ekonomi yang parah, menyebabkan kemerosotan pada infrastruktur listrik.
Dengan demikian, kekacauan akibat kejadian listrik ini diharapkan dapat memicu perhatian pemerintah Kuba dalam meningkatkan infrastruktur listrik dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi warga negara tersebut.