Kualitas udara Jakarta Kamis pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB menunjukkan angka yang tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kontribusi emisi gas buang industri, kendaraan bermotor, dan pembakaran bahan bakar fosil menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara di ibukota.
Angka kualitas udara Jakarta pada Kamis pagi mencapai 62 mikron per meter kubik (μg/m3), dengan partikulat halus (PM2.5) mencapai 34 μg/m3. Angka ini jauh di atas standar kualitas udara yang sehat, yaitu 10 μg/m3.
Penyakit seperti asma, bronkitis, dan infeksi pernapasan akut lebih mudah terjadi pada kelompok sensitif seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit kronis. Oleh karena itu, penting bagi warga Jakarta untuk waspada terhadap kualitas udara ibukota dan mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan.
Untuk memantau kualitas udara Jakarta secara lebih akurat, masyarakat dapat mengunduh aplikasi IQAir atau mengunjungi situs resmi mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki informasi yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka.