Verity Harding, mantan eksekutif DeepMind, telah memberikan peringatan keras tentang kemungkinan perang teknologi AI yang berakhir dengan bencana. Menurutnya, sikap nasionalis pemerintah AS terhadap teknologi AI adalah bukti bahwa skenario terburuk sedang terjadi.
Harding telah meninggalkan perusahaan AI yang berbasis di Britania Raya itu dan sekarang bekerja sebagai penasehat. Ia menyatakan bahwa sikap pemerintah AS dalam mengembangkan teknologi AI hanya akan memperburuk situasi.
Sikap nasionalis pemerintah AS dalam mengembangkan teknologi AI adalah salah satu contoh yang menunjukkan skenario terburuk sedang terjadi. Menurut Harding, pemerintah AS tidak hanya fokus pada pengembangan AI, tetapi juga ingin memonopoli teknologi tersebut.
Harding juga mengatakan bahwa perang AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kebijakan dan etika. Ia mengingatkan bahwa pengembangan AI harus didasarkan pada nilai-nilai etika dan keadilan.
Krisis AI yang terjadi saat ini adalah bukti bahwa dunia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar. Namun, Harding masih berharap bahwa kita masih memiliki waktu untuk mengubah arah dan menghindari bencana yang mungkin terjadi.
Perlu diingat bahwa Harding bukanlah orang yang bias. Ia telah bekerja di perusahaan AI yang berpengaruh dan telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan teknologi AI. Oleh karena itu, pernyataannya patut dipertimbangkan dengan serius.
Apakah Anda setuju dengan pernyataan Harding bahwa perang AI akan berakhir dengan bencana? Bagaimana Anda melihat kemungkinan perang AI di masa depan?