Krisjiana Baharudin, seorang ayah dari dua anak perempuan, baru-baru ini membuka tentang pengalaman pribadinya sebagai orang tua. Ia mengungkapkan bahwa menjadi ayah bukanlah perkara mudah, terutama ketika harus menghadapi ketakutan dan trauma masa kecil.
Ketakutan dan trauma yang dialami Krisjiana ini ternyata memiliki dampak besar pada perasaannya sebagai ayah. Ia merasa bahwa pengalaman masa kecilnya memengaruhi cara ia memandang dan mendidik anak-anaknya.
Menariknya, Krisjiana tidak ragu untuk meminta bantuan dari seorang psikiater untuk mengatasi ketakutan dan trauma tersebut. Ia ingin menjadi ayah yang baik dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, tanpa terbelenggu oleh ketakutan dan trauma masa lalu.
Dengan membuka diri tentang pengalaman pribadinya, Krisjiana Baharudin memberikan inspirasi bagi banyak orang tua lainnya yang mungkin mengalami kesulitan serupa. Ia menunjukkan bahwa menjadi ayah yang baik tidak harus berarti menyembunyikan kelemahan, melainkan berani menghadapi dan mengatasi ketakutan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.