Menghadapi tantangan kebocoran pendapatan negara di sektor energi, Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) menekankan pentingnya memperbaiki tata kelola dan struktur kelembagaan.
Menurut DPN IARMI, kebocoran pendapatan negara di sektor energi tidak hanya disebabkan oleh praktik korupsi, tetapi juga oleh lemahnya pengawasan dan struktur kelembagaan yang belum optimal.
Pihak tersebut menilai bahwa Upaya Mitigasi dan Penguatan Sinergi dengan sektor lainnya sangat penting dalam mengatasi kebocoran pendapatan negara di sektor energi ini.
Perlu diingat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor energi, tetapi kebocoran pendapatan negara di sektor ini dapat menghambat kemajuan negara.
Untuk itu, pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi kebocoran pendapatan negara di sektor energi ini.
Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki tata kelola dan struktur kelembagaan, serta meningkatkan pengawasan dan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Seiring dengan itu, pemerintah harus juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di sektor energi, serta meningkatkan investasi pada teknologi dan infrastruktur.
Bagi DPN IARMI, langkah-langkah tersebut dapat membantu mengatasi kebocoran pendapatan negara di sektor energi dan meningkatkan kemajuan negara.
Terlebih lagi, pemerintah harus juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya energi.
Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan sistem informasi dan pengelolaan data, serta meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan.
Bagi DPN IARMI, langkah-langkah tersebut dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam pengelolaan sumber daya energi.