Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang baru saja berlangsung masih membengkak di Tehran, Iran. Ketua Partai Republikan Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku kaget dengan banyaknya orang yang hadir untuk mengenang pemimpin spiritual Iran tersebut.
'Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya,' kata Trump dalam sebuah pernyataan daring. 'Banyak orang yang datang untuk mengenang Ayatollah Khamenei, lebih banyak dari yang saya bayangkan.'
Tumpukan orang-orang yang berkumpul di pemakaman tersebut menimbulkan spekulasi bahwa sebenarnya banyak orang yang tidak sungguh-sungguh menangisi pemimpin spiritual Iran tersebut.
Trump tidak segan untuk menyebut kemungkinan 'air mata palsu' dari banyak orang yang hadir. 'Banyak orang yang mengucapkan kata-kata yang indah, tapi saya tahu bahwa banyak di antara mereka yang tidak benar-benar menangisi Ayatollah Khamenei,' kata Trump.
Mengingat kepentingan politik di balik pernyataan Trump, sangatlah menarik untuk mengetahui bagaimana prosesi pemakaman yang sibuk tersebut akan berdampak pada perpolitikan global.
Tahukah Anda bahwa sebenarnya, apa yang mendorong banyaknya orang untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Khamenei? Apakah itu benar-benar wajar atau hanya 'air mata palsu' seperti yang dikatakan Trump?
Selain itu, bagaimana pernyataan Trump akan mempengaruhi perpolitikan global di masa depan?
Hingga saat ini, belum ada jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun, satu hal yang jelas: prosesi pemakaman Ayatollah Khamenei membuktikan bahwa perpolitikan global masih sangat kompleks dan menarik untuk diikuti.