Mengingatkan kemegahan Hong Kong, Metropolis Utara dianggap sebagai mesin pertumbuhan berikutnya untuk mengatasi masalah pasokan lahan, transformasi ekonomi, dan integrasi lintas perbatasan. Sayangnya, ada kontradiksi besar yang menyangkut bagaimana membuat ini terjadi. Pemerintah Hong Kong ingin membuat Metropolis Utara sebagai kota yang hijau, berkelanjutan, dan layak huni, tetapi bagaimana caranya agar tidak mengorbankan sektor pertanian yang masih ada di sana?
Para ahli mengatakan bahwa jika pemerintah Hong Kong tidak memprioritaskan integrasi agraris dalam proyek ini, maka akan mengancam keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan komunitas desa di sekitar kota. Mereka menekankan pentingnya membuat kebijakan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.
Salah satu poin penting yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana membuat pertanian tetap relevan di era metropolis yang maju. Bisa dilakukan dengan mengembangkan teknik pertanian yang lebih efektif, meningkatkan akses ke pasar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup.
Para ahli juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kebutuhan komunitas desa di sekitar kota. Mereka mengatakan bahwa pemerintah harus memastikan bahwa proyek ini tidak mengancam kehidupan mereka dan tidak menggusur mereka dari lahan yang mereka miliki.
Dengan demikian, pemerintah Hong Kong harus memprioritaskan integrasi agraris dalam proyek Metropolis Utara. Ini bukan sekadar soal pertanian, tetapi juga tentang keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan komunitas desa di sekitar kota.