Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko) Perekonomian menekankan bahwa investasi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) masih menunjukkan tren positif. Meskipun Indeks Produksi Manufaktur (IPM) atau PMI Manufaktur menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Kemenko Perekonomian, beberapa faktor yang mendukung tren positif investasi ke KEK antara lain adalah infrastruktur yang sudah lengkap, lokasi strategis, dan regulasi yang mendukung.
KEK memang menjadi salah satu kawasan bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia, karena memiliki akses yang mudah ke pasar domestik maupun internasional.
Hal ini membuat KEK menjadi tujuan utama bagi investor asing maupun domestik untuk memasangkan bisnis mereka.