Bulan lalu, ketika perusahaan energi surya Jerman, SolarWorld, mengumumkan kebangkrutan, banyak yang menyangka bahwa industri energi surya sedang mengalami krisis besar. Tapi, tidak demikian. Bahkan, pada tahun 2020, penjualan panel surya menembus level tertinggi dalam sejarah. Dan, di balik kenaikan ini, ada faktor lain yang menentukan: China.
Produksi energi surya di China telah berkembang pesat sejak tahun 2010. Sekarang, negara ini menguasai lebih dari 70% pasar panel surya global. Banyak pemasok dari Eropa dan India yang bergantung pada China untuk mendapatkan komponen kunci, mulai dari tembaga hingga silikon.
Tapi, ketergantungan ini menimbulkan risiko besar. Jika terjadi masalah ekonomi atau politik di China, maka rantai pasokan energi surya global akan terganggu. Oleh karena itu, pemerintahan India dan Eropa mulai bergerak untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Saat ini, India sedang mengembangkan industri energi surya domestik yang kuat. Dengan bantuan pemerintah, perusahaan-perusahaan India seperti Adani Green Energy dan ReNew Power mulai membangun fasilitas energi surya yang besar. Mereka juga mencari investor asing untuk mendanai proyek-proyek ini.
Sementara itu, Eropa juga mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada China. Uni Eropa telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi energi surya domestik dan mengurangi impor dari China. Pemerintah Jerman juga telah meluncurkan program untuk mendukung pengembangan industri energi surya nasional.
Jika berhasil, maka India dan Eropa dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada China dan menciptakan rantai pasokan energi surya yang lebih stabil dan independen. Namun, tantangan ini bukanlah mudah. Mengembangkan industri energi surya domestik yang kuat memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar.
Tapi, untuk menghadapi tantangan ini, India dan Eropa harus bersinergi. Mereka harus bekerja sama untuk mengembangkan teknologi, meningkatkan keterampilan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya energi hijau.
Sejauh ini, tidak ada jawaban yang jelas tentang apakah India dan Eropa dapat berhasil dalam menciptakan rantai pasokan energi surya yang lebih independen. Namun, satu hal yang jelas: mereka tidak ingin terjebak dalam ketergantungan pada China.