Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak pada Rabu (8/7/2026), mengejutkan para investor. Penguatan harga ini didorong oleh pelemahan nilai tukar ringgit, kenaikan harga minyak nabati di China dan Amerika Serikat, serta membaiknya kinerja ekspor.
Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 naik 20 Ringgit Malaysia menjadi 4.503 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 melonjak 56 Ringgit Malaysia menjadi 4.572 Ringgit Malaysia per ton.
Sentimen positif juga datang dari reli harga minyak mentah dunia. Serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran dan kembali diberlakukannya sanksi terhadap ekspor minyak Iran mendorong harga minyak naik tajam, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Analisis dari Tradingview menunjukkan bahwa pengiriman minyak sawit Malaysia pada periode 1-5 Juli meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan periode yang sama pada Juni.
Berdasarkan data ini, jelas bahwa harga CPO akan terus melejit di masa depan.