Setelah sekian lama, Filipina kembali menancapkan bumi angkasa untuk mengamati ancaman yang mengancam wilayahnya, terutama Laut Cina Selatan. Menurut analis, langkah ini dapat membantu Manila meningkatkan kemampuan pengawasan, komunikasi, dan perintah militer di seantero archipelago dan di zona perairan yang diganggu gugat.
Kepala Angkatan Darat Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jnr, mengatakan bahwa langkah ini akan meningkatkan kemampuan militer Filipina untuk mengamati dan memantau situasi di Laut Cina Selatan. Namun, analis juga menekankan bahwa langkah ini harus diiringi dengan kemampuan teknis, finansial, dan sumber daya manusia yang memadai untuk mengembangkan aset ruang angkasa menjadi kemampuan militer yang efektif.
Sementara itu, kehadiran pusat ruang angkasa militer Filipina diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengawasan dan perintah militer di zona perairan yang diganggu gugat. Namun, langkah ini juga dihadapkan pada tantangan teknis dan finansial yang signifikan.
Menurut analis, langkah ini merupakan langkah strategis Filipina untuk meningkatkan kekuatan militernya dan melindungi kepentingan nasionalnya di Laut Cina Selatan. Namun, kemampuan teknis dan finansial Filipina untuk mengembangkan aset ruang angkasa menjadi kemampuan militer yang efektif tetap menjadi pertanyaan.