Nasional

DPR Tuding Instruksi Tunda RUU Pemilu, Wakil Ketua Cucun Sangkal

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal membantah tuduhan pihaknya menerima instruksi untuk menunda pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu pada Komisi II DPR.

Menurut Cucun, tuduhan tersebut tidak berasal dari dirinya dan tidak pernah menjadi instruksi resmi dari pimpinan DPR.

''Saya tidak pernah mengatakan atau memberikan instruksi untuk menunda pembahasan RUU Pemilu. Ini adalah tuduhan yang tidak berasal dari saya dan tidak ada bukti mengenainya,'' ujar Cucun dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Membantah tuduhan tersebut, Cucun mengatakan bahwa pembahasan RUU Pemilu masih berlangsung dengan baik dan tidak ada alasan untuk menundanya.

''Pembahasan RUU Pemilu masih berlangsung dengan lancar. Tidak ada alasan untuk menunda pembahasan ini. Saya yakin nanti RUU Pemilu ini akan selesai dengan baik,'' kata Cucun.

Tuduhan menunda RUU Pemilu ini dikatakan berasal dari pihak yang tidak ingin pembahasan RUU Pemilu selesai. Mereka ingin agar pembahasan RUU Pemilu ditunda karena memang ada sejumlah isu yang belum selesai.

''Ada beberapa isu yang belum selesai, seperti perubahan sistem pemilu dan perubahan struktur partai politik. Namun, saya yakin nanti RUU Pemilu ini akan selesai dengan baik,'' kata Cucun.

RUU Pemilu ini merupakan salah satu RUU yang paling kontroversial di DPR. Pembahasan RUU Pemilu telah berlangsung selama beberapa bulan dan masih belum selesai.

Menurut Cucun, DPR akan terus berusaha untuk menyelesaikan RUU Pemilu ini dengan baik dan tidak akan menundanya.

''Kami akan terus berusaha untuk menyelesaikan RUU Pemilu ini dengan baik. Kami tidak akan menundanya karena kami yakin nanti RUU Pemilu ini akan selesai dengan baik,'' kata Cucun.

RUU Pemilu ini merupakan salah satu RUU yang paling penting di Indonesia. Pembahasan RUU Pemilu ini harus selesai dengan baik agar dapat menjalankan pemilu yang adil dan transparan.

Menurut Cucun, DPR akan terus berusaha untuk menyelesaikan RUU Pemilu ini dengan baik agar dapat menjalankan pemilu yang adil dan transparan.

''Kami akan terus berusaha untuk menyelesaikan RUU Pemilu ini dengan baik. Kami yakin nanti RUU Pemilu ini akan selesai dengan baik dan dapat menjalankan pemilu yang adil dan transparan,'' kata Cucun.