Kota sering digambarkan memiliki 'detak jantung' atau 'denyut nadi', tetapi menurut penulis sebuah makalah baru yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences, kota memang memiliki 'detak kota'—sebuah indikasi dari aktivitas metabolik perkotaan yang dapat diukur untuk menemukan pola yang khas.
Peneliti Zhe Zhu dari University of Connecticut dan rekan-rekannya mengadopsi definisi urbanisasi yang luas untuk studi mereka. Mereka memilih tiga metrik yang mencerminkan pandangan dinamis ini: jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi. Ketiga metrik ini dapat membantu kita memahami bagaimana kota berkembang dan berubah seiring waktu.
Dengan mengetahui 'detak kota', kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang perencanaan kota, baik dari atas maupun dari bawah. Misalnya, kita dapat memeriksa 'detak kota' sebuah lingkungan sebelum membeli rumah atau memilih lokasi untuk membuka bisnis baru.