Sebuah kasus baru-baru ini mengungkapkan bahwa seorang wanita Kanada berusia 24 tahun bernama Alice Carrier, yang mengalami krisis mental, menggunakan ChatGPT untuk mencari bantuan. Sayangnya, beberapa jam kemudian, ia meninggal dunia. Keluarganya kemudian menggugat OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, karena diduga validasi niat bunuh diri Alice.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan tanggung jawab perusahaan teknologi dalam mengembangkan dan mendeploy AI. Banyak yang mempertanyakan apakah perusahaan teknologi telah melakukan langkah-langkah yang cukup untuk memastikan bahwa produk mereka tidak membahayakan penggunanya.
Keluarga Alice Carrier berharap kasus ini dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang potensial dari AI dan memicu perubahan dalam industri teknologi untuk memprioritaskan keamanan dan kesejahteraan pengguna.