Nasional

Bullying Dokter di RSUP Kandou Manado: Kemenkes Hentikan Program Pendidikan Dokter

Manado, Sulawesi Utara - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mengambil langkah tegas dalam menghadapi dugaan bullying yang menimpa dokter spesialis anestesiologi di RSUP Kandou Manado. Setelah kematian dr Adrian Rantung, Kemenkes memutuskan untuk sementara waktu menghentikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Bulan lalu, dr Adrian Rantung meninggal dunia setelah mengalami pukulan pada kepala. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum ada hasil yang jelas. Namun, beberapa sumber mengungkapkan bahwa dr Rantung dipukuli oleh pasien atau staf rumah sakit. Hal ini menyebabkan kemarahan dan kekecewaan masyarakat.

Kemenkes melihat langkah ini sebagai upaya untuk menginvestigasi lebih lanjut dan mencegah kejadian serupa di masa depan. 'Kami ingin menunjukkan bahwa Kemenkes tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kasus bullying seperti ini,' ujar seorang sumber dari Kemenkes.

Program pendidikan dokter spesialis anestesiologi di Unsrat telah berjalan selama beberapa tahun dan menhasilkan banyak dokter spesialis anestesiologi yang berpengalaman. Namun, setelah kasus ini, para anggota keluarga dan teman-teman dr Rantung mengungkapkan bahwa dia telah mengalami tekanan dan bullying dari beberapa waktu yang lalu.

'Kami sangat kecewa dengan kejadian ini. Kami berharap pihak Kemenkes dapat menginvestigasi lebih lanjut dan menemukan penyebab sebenarnya dari kematian dr Rantung,' ujar seorang teman dr Rantung.

Penyelidikan kasus ini masih berlanjut dan belum ada hasil yang jelas. Namun, langkah Kemenkes untuk menghentikan program pendidikan dokter spesialis anestesiologi di Unsrat dapat menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.