Sebuah kafe & restoran di Cilandak, Jakarta Selatan menjadi sorotan tak lama setelah ditemukannya sebuah kamar brankas yang berisi uang fantastis. Berita ini menyembul ke permukaan pada bulan Maret lalu dan langsung menarik perhatian masyarakat.
Menurut sumber terkini, kamar brankas itu ditemukan setelah adanya penggeledahan polisi di restoran tersebut. Sementara itu, penguntitan Jampidsus masih menjadi sorotan publik, dan beberapa pihak mulai menyimpulkan ada hubungan antara kedua kasus tersebut.
Polda Jakarta Selatan kemudian memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Dalam konferensi persnya, mereka menyatakan bahwa penggeledahan di restoran de Clan dan penguntitan Jampidsus merupakan dua kasus yang berbeda.
Menurut Polda, penggeledahan di restoran de Clan dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan dan pelaksanaan Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Perbankan. Mereka menyebutkan bahwa kamar brankas yang ditemukan tidak terkait dengan kasus Jampidsus.
Para pihak terkait telah menyatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti apa pun yang menunjukkan adanya hubungan antara penggeledahan di restoran de Clan dan penguntitan Jampidsus. Mereka juga menekankan bahwa setiap kasus harus ditangani secara terpisah dan tidak boleh digabung dengan kasus lain.
Di tengah kasus ini, publik terus menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwajib. Apakah benar-benar tidak ada hubungan antara kedua kasus tersebut? Masyarakat akan terus menunggu jawaban dari pihak Polda dan pemerintah.