Sebanyak 10 tahun yang lalu, sulit untuk menemukan seseorang di luar SpaceX yang bersemangat untuk meluncurkan roket seperti Starship. Namun, kini industri luar angkasa tidak sabar menunggu Starship untuk akhirnya mengepakkan sayapnya. Dengan kapasitas payloads lebih dari 100 ton ke orbit rendah bumi, roket Starship baru dari SpaceX sedang mengubah paradigma industri luar angkasa. Bahkan, dengan manfaat potensial yang tidak terwujud tapi berubah menjadi game-changer, Starship dapat membawa muatan yang sama ke orbit yang lebih tinggi, bulan, atau Mars. Namun, perlu diingat bahwa Starship masih dalam tahap eksperimental dan masih jauh dari membuktikan klaim Elon Musk tentang apa yang dapat dilakukan oleh roket ini.
NASA dan militer AS sedang mengemukakan cara-cara inovatif untuk menggunakan Starship untuk terbang ke bulan atau mengangkut barang ke daerah perang yang terpencil. Ilmuwan bersemangat untuk menggunakan volume yang luar biasa dari Starship untuk meluncurkan teleskop luar angkasa raksasa. Para pesaing pun mulai memperhatikan. Cina, musuh strategis terbesar Amerika, sedang mencari roket Starship yang sama. Sekarang, beberapa produsen satelit AS mulai menyesuaikan diri dengan kapasitas yang besar dari roket paling kuat di dunia ini.
Keberadaan Starship bukan hanya menimbulkan antusiasme di kalangan ilmuwan dan produsen satelit, tapi juga mengancam kekuasaan para pemain di industri luar angkasa. Bagaimana Starship akan mengubah permainan di industri luar angkasa ini?
Terjemahkan perubahan ini menjadi keuntungan yang seimbang untuk industri luar angkasa, atau akan menimbulkan ketidaksetaraan yang signifikan? Jawaban ini masih belum diketahui.