Amerika Serikat melanjutkan upaya penyerangan militer terhadap Iran, setelah mengutip pemerintah Tehran melanggar Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani untuk mengakhiri perang.
Kemudian Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan 'menghantam' Iran keras setelah mengutip Tehran melanggar MoU perang untuk mengakhiri konflik.
Perluasan serangan militer AS ini menandai langkah baru dalam eskalasi konflik antara kedua negara, yang sempat mencapai titik krisis setelah asisten militernya, Qasem Soleimani, dibunuh dalam serangan udara AS tahun lalu.
Selain itu, langkah ini juga menambah kekhawatiran masyarakat internasional bahwa konflik antara AS dan Iran kembali memanas.
Sementara itu, Iran telah menolak permintaan AS untuk melawan melalui perundingan dan telah berjanji untuk melanjutkan serangan balik terhadap pasukan AS.
Selain itu, Iran juga telah mengancam akan menghancurkan pasukan AS di Timur Tengah.
Berdasarkan informasi ini, jelaslah bahwa perluasan serangan militer AS atas Iran menandai langkah baru dalam eskalasi konflik antara kedua negara.